"Adalah Gubuk reyot yang beratapkan tujuh lapis langit beralaskan tujuh lapis bumi; Adalah seorang pejalan, perlayan, dan perindu yang pendosa; I am a terrible person filled with bad characteristics; Adalah aku yang tiada, tanpa Aku; Adalah aku yang miskin, tanpa Aku; Adalah pembela Nabi Muhammad saw pecinta beliau saw dan merindukan perjumpaan dengan beliau saw "

Thursday, 19 November 2009

Indonesia Juara Olimpiade Robot Dunia

Indonesia berhasil menjadi juara kedua dan ketiga tingkat Junior (SLTP) Regular Category pada ajang kompetisi Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung di Korea Selatan, 6-8 November lalu.

"Prestasi yang dicapai tim Indonesia kali ini merupakan hasil terbaik yang diperoleh Indonesia sejak mengikuti WRO pertama kali tahun 2004," ujar Humas dan Promosi Mikrobot, Paula Augusta dalam siaran persnya.

Ajang kompetisi tingkat internasional ke-6 yang diadakan di Gyeongbuk Pohang, Korea Selatan, ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari 24 negara di seluruh dunia.

Kompetisi WRO terbagi dalam dua kategori, yaitu Regular Category dan Open Category. Dalam Regular Category, peserta harus merakit sebuah robot untuk menyelesaikan suatu tantangan tertentu, sedangkan dalam Open Category, peserta bebas merakit robot menurut tema tertentu kemudian mempresentasikan ciptaannya di depan juri.

Indonesia mengirimkan total tujuh tim untuk berlaga di WRO2009. Dari ke-7 tim tersebut, seluruhnya merupakan peserta untuk Regular Category.

Untuk tingkat Junior (SLTP), Indonesia menempatkan tim Creator (Ivy Icasia, Patricia Dissy Andrea) sebagai juara dua dan tim Alpha-Rex (Billy Hocker Wistan, Fernando) sebagai juara 3. Adapun juara pertama diraih oleh tim White Lego dari Korea Selatan.

Selain dari tingkat Junior, perolehan tim Indonesia yang bertanding pada tingkat Primary (SD) juga cukup memuaskan. Tim Innocent (Kelvin Onggadinata, Margaretha Hutabarat) menempati peringkat lima, di bawah Chinese Taipei (juara 1), Korea (juara 2), dan Singapura (juara 3).

Sebelum berlaga di WRO, para peserta tersebut telah mengikuti seleksi tingkat nasional dalam Indonesia Robotic Olimpiad 2009 (IRO) yang berlangsung di Jakarta pada Agustus lalu. IRO diselenggarakan oleh Mikrobot. (ant/ajk/jko)


sember (http://esqmagazine.com/saintek/2009/11/18/839/indonesia-juara-olimpiade-robot-dunia.html)

Thursday, 15 October 2009

Jalan kehidupan


bismilahirahmanirahim.... alhamdulillah aku menemukan suatu artikel pribadi milik temanku. Isi dari artikel itu intinya begini:

1st : jgn pernah menyakiti hati orang tua barang sdikitpun.

2st : kuatkan ibadah yg hkumnya wajib (solt 5 wktu) dan yg sunah..(jdikan slt tahajud sbg rutinitas)


3rd : bc QS:Ali-Imran ayat 200
Insya Allah, Allah akn mmbntu trutama dsaat2 qt mlewati kls 3 ini..^^amin

kalau aku boleh menambahkan, dalam suatu misi kehidupan. untuk menggapainya kita perlu suatu strategi dan kesiapan hati.
karena hakekat dari tujuan adalah kondisi hati saat ini dan akan datang. ( itu menurutku) heheeee....

Monday, 5 October 2009

Bingung


Bingung
Aku bingung mau nulis puisi
Bingung 
Terus bingung 
Masih bingung
Disaat bingung aku teringat kata termenung
Jadi bingung dan termenung
Bingung dan termenung
Terus apa ya…? Aku bingung e…
Bingung aku…
Disaat bingung aku merenung
Nulis puisi saja aku bingung
Bagaimna nanti kalau nulis sekripsi?
Aku bingung…
Tapi bagaimana mungkin 
Membaca saja aku gak mampu…
Ingin ku akhiri kebingunanku
Disaat bersamaan aku di panggil ibuku
Ku tinggalkan bingung yang menggunung
Aku lega 
Lega

Thursday, 30 July 2009

Wasiat Untuk Putriku


Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.

Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.

Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk ... ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling ...! Tolong ... tolong... saya kemalingan.

Demi Allah ... dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah ... begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah ... ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.

Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila ia akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.

Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.

Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan menaruh simpati?
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?

Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi wanita berkepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.

Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju keburukan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Mereka yang menggembar-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong bila dilihat dari dua sebab:

Pertama: karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, seperti kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.

Kedua: mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, pornografi, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?

Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.

Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisasi, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat orang gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.

Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat ditemukan kembali.

Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkannya, persis seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.

Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini janganlah engkau percayai. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.

Saturday, 11 July 2009

Alnect computer Blog Contest

KELILING JOGJA NAIK VESPA


KELILING JOGJA NAIK VESPA
Kemarin siang, aku keliling jogja dengan vespa tercinta. Dari Sleman muter-muter UGM trus lewat ring road. Dalam perjalanan banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan. Dan ini semua adalah rahmat dari Allah yang sepatutnya di syukuri. Karena Nya lah aku dapat jalan dan keliling kota Jogja dengan mengendari Vespa bututku. Dalam perjalana berangkat maupun pulang aku sering bepapasan dengan pengendar vespa yang lain. Dan suatu hal yang sangat mengesankan bagiku adalah ketika kami (read:pengendara Vespa) berpapasan, kami saling membunyikan klakson dan menyapa atau paling tidak saling senyum. Meskipun kami belum saling mengenal satu sama lain. Awalnya aku merasa heran mangapa setiap berpapasan dengan pengendara vespa lain aku selau disapa, melalui klaksaon atau senyuman. Tapi akhirnya aku sadar dan aku mulai bangga dengan mengendari Vespa buntutku.
Ada kedekatan emosional antar pengendara vespa, meskipun belum saling mengenal satu sama lain. Mungkin hal ini disebabkan karena kecintaan yang sama yaitu sama-sama suka dan memiliki kebanggan tersendiri dengan mengendarai vespa. Sehingga setiap kali kami berpapasan kami saling menyapa. Dan yang membuat saya kagum adalah hal ini tidak terjadi antar pengendara lain selain Vespa. Contohnya sama-sama pengendara motor Honda tetapi mereka tidak saling menyapa dan terkadang mereka saling acuh tak acuh dengan pengendara motor Honda yang lain.
Anda kalau tidak percaya buktikan saja. Keliling-kelilig Jogja naik Vespa dan nikmatilah bagaimana rasanya naik vespa. Uwih…Pasti seru dech..!!!!. dan ingat sebelum berangkat periksa dulu perlengkapan mengendara seperti helm, sim, stnk, uang,perlengkapan safety riding dan periksa Vespa memungkinkan atau tidak kalau digunakan dalam perjalan dan yang terpenting adalah keselamatan dalam mengendara. Kalau semua sudah siap dan jalan ddech…oo..ya.. jangan lupa membaca doa, agar kita diberi keselamatan dalam mengendara. Dalam perjalanan rasakan sensainya naik Vespa. Dijamin dech,…pasti seru dan amati setiap kita berpapasan dengan pengendara vespa yang lain. Selamat mencoba…!!!.
Lebih Baik Naik Vespa…!!!. Iya to…??.

Friday, 10 July 2009

Badiuzzaman Said Nursi

“... Dengan kata lain, satu-satunya alat keselamatan dan pembebasan adalah keikhlasan. Ini adalah yang paling penting untuk mendapatkan keikhlasan. Perbuatan kecil yang dilakukan dengan keikhlasan adalah lebih baik daripada perbuatan besar yang dilakukan tanpa keikhlasan. Seseorang harus berpikir bahwa yang membuat ikhlas dalam perbuatannya adalah melakukannya dengan murni dan tulus karena perintah Allah, dan bahwa tujuan mereka adalah keridhaan Allah....”

“Keikhlasan ada di mana pun. Bahkan, sebuah catatan cinta menjadi mulia dengan keikhlasan, begitu juga dengan berton-ton cinta yang deminya balasan diharapkan. Seseorang mendeskripsikan cinta yang tulus ini sebagai berikut. ‘Saya tidak menginginkan sogokan, jasa, atau balasan untuk cinta, karena cinta yang meminta balasan adalah lemah dan pendek usianya.”

saya sudah berusaha mendapatkan keridhaan Allah, apa ruginya jika saya mengharapkan keuntungan pribadi juga?”, “Saya akan mendapatkan keridhaan Allah dan kehormatan di masyrakat,” “Saya akan melakukan perbuatan yang baik, tetapi saya harus mendapatkan balasan,” atau “Saya akan berkorban, tetapi saya harap segalanya akan kembali kepada saya,”

“Dunia ini diciptakan untuk penghambaan, bukan untuk menerima upah. Pemberian upah, buah, dan cahaya amal saleh ada di hari kemudian. Membawa buah abadi tersebut ke dunia ini dan berharap untuk mendapatkannya di sini berarti membuat hari kemudian bergantung pada kehidupan dunia. Jadi, keikhlasan dari amal saleh tersebut menjadi kerugian dan cahayanya terpadamkan. Buah tersebut tidak diinginkan dan tidak diharapkan. Apa pun yang diberikan, manusia harus bersyukur kepada Allah dengan berpikir bahwa semua itu diberikan sebagai dorongan.”

“Banyak orang dapat menjadi kandidat untuk posisi yang sama; banyak tangan dapat mencoret setiap balasan moral dan material yang ditawarkan. Karenanya, konflik dan perseteruan muncul; kerukunan berubah menjadi perselisihan; dan kesepakatan menjadi percekcokan. Kini, obat bagi penyakit yang mengerikan ini adalah keikhlasan. Keikhlasan bisa didapatkan dengan memilih untuk menyembah Allah daripada menyembah jiwa seseorang, dengan sebab keridhaan Allah untuk menaklukkan jiwa dan ego, dan dengan demikian memanifestasikan arti ayat, ‘Upahku hanyalah dari Allah,’ (Hud [11]: 29) dengan melepaskan balasan moral dan material dari manusia, dan memanifestasikan arti dari ayat, ‘Kewajiban rasul tidak lain hanyalah menyampaikan;’ (al-Maa’idah [5]: 99) dan dengan mengetahui hal tersebut sebagai penerimaan yang baik, dan membuat kesan yang menyenangkan, dan mendapatkan perhatian manusia adalah urusan Allah dan pertolongan dari-Nya, dan bahwa mereka tidak berperan dalam membawa risalah yang menjadi tugas setiap orang itu. Mereka juga tidak merasa penting dan tidak juga seseorang dituntut untuk memperolehnya. Dengan memahami semua itu, seseorang akan berhasil dalam mendapatkan keikhlasan. Jika tidak, semua itu akan sirna.”

“Engkau harus mencari keridhaan Ilahiah dalam setiap tindakan. Jika Allah Yang Mahakuasa merasa ridha, tidak ada pentingnya seluruh dunia ini disenangkan. Jika Allah menerima sebuah perbuatan dan manusia menolak, tak ada pengaruh baginya. Sekali keridhaan Allah diraih dan Dia menerima perbuatan kita—bahkan tanpa kita minta kepada-Nya—Allah dan kebijaksanaan-Nya akan menginginkannya. Allah akan membuat orang lain juga menerimanya. Ia akan membuat mereka ridha terhadap perbuatan tersebut. Karena itulah, tujuan satu-satunya dalam penghambaan ini adalah untuk mencari keridhaan Tuhan.”

Badiuzzaman Said Nursi

Saturday, 27 June 2009

HAKIKAT DARI SEBUAH NAMA MENJADI SEBUAH MAKNA

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻟﺭﺤﻤﻥﺍﻟﺭﺤﻴﻡ
Lorong Bawah Langit merupakan nama blog ku. Disini adalah tempat ku untuk menuangkan tinta penaku dan mata pena tajamku untuk disusun menjadi sesuatu kata yang sangat bermakna. Berawal dari sebuah titik, kemudian titik menjadi garis dan garis pun menjadi sebuah huruf. Susunan huruf menjadi sesatu kata, kata-kata yang dirangkai menjadi bermakna dan akan menjadi lebih bermakna. Karena hakikat sebuah tulisan adalah titik. Aku ingin mengawali tulisan pertamaku dengan titik pertama yang penuh makna. Sehingga nantinya kata-kata yang ku tulis pun menjadi sangat bermakna. Baik itu dalam kehidupan ku maupun untuk kehidupan diluar diriku.
Kalau aku boleh mengasumsikan, bahwa titik tersebut akan aku asumsikan dengan sebuah kalimat yang kuanggap sebagai sebuah titik. Titik kehidupan, titik yang mengawali dari sebuah karya nyata. Asumsiku mengenai titik tersebut adalah sebauah kalimat ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻟﺭﺤﻤﻥﺍﻟﺭﺤﻴﻡ
Itu adalah sebuah titik secara umum. Untuk lebih khusus lagi aku asumsikan sebagai berikut. Mengapa aku mengasumsikan kalimat tersebut sebagai sebuah titik?. Sebabnya adalah aku mengambil sebuah huruf dari kalimat tersebut yaitu huruf ب dan di dalam huruf tersebut terdapat sebuah titik yang berada tepat dibawahnya. Dan dalam duniaku, hal ini berlaku secara umum ketika diri ingin beraktifitas, dengan mengawalinya dengan mengucapkan ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻟﺭﺤﻤﻥﺍﻟﺭﺤﻴﻡ
Hal ini akan menjadikan hidup dalam kehidupan diri ini menjadi lebih bermakna. Dan sekarang aku akan menjelaskan arti dari sebuah nama dari blogku. Mengapa Blogku bernama Lorong Bawah Langit?
Lorong Bawah Langit merupakan imajinasiku. Dimana terdapat sebuaah lorong yan berada di sebuah langit yang menghubungkan langit yang satu dengan langit yang lain. Di dalam imajinasiku, aku berada di bawah sebuah lorong tersebut yang menghubungkan antara diriku dengan cahaya kehidupan. Karena posisiku berada di bawah lorong, maka cahaya tersebut akan terlihat sebagai sebuah titik yang sangat terang. Dan titik tersebut merupakan titik cahaya yang sangat-sangat penuh makna. Ketika didalam lorong yang sangat gelap, sendiri, sepi, sunyi, dan tiada siapapun yang hidup didalam lorong tersebut kecuali aku. Sehingga aku menyebutnya sebagai lorong kehidupan.
Di lorong itu aku berjalan menuju titik cahaya tersebut dengan penuh rasa harap untuk mencapainya. Dan langkah kaki pertama, aku awali dengan kaki kananku dan mengucakpan ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻟﺭﺤﻤﻥﺍﻟﺭﺤﻴﻡ
Aku tancapkan azam diri ku dalam-dalam, di dalam jiwa dan alam bawah sadarku. Dan aku mengucapkan akulah sang pengembara di duniaku, di Lorong kehidupanku, di lorong bawah langit ku, berbekalan keyakinan yang mendalam, berbekalan ketaqwaan, menuju sebuah titik terang cahaya kehidupan menuju dan mencari Keridhoan dari Penggenggam Kehidupan. Mengabdi dan beribadah kepada Allah `aza wa jalla. Cahaya diatas cahaya. Ini lah hidupku, ini lah jalanku, dan ini lah LORONG BAWAH LANGIT sebagai sebuah lorong kehidupan dalam hidupku, dalam duniaku, dan dalam imajinasiku.

Saturday, 16 May 2009

Ingin Punya Nurani


baca dengan nurani!


jiwa pernah mati.
berhari-hari tak kunjung sembuh,
tapaki hidup, tak berarti
gapai pintu kehidupan, tanpa kunci

jiwa pernah mati.
berhari-hari tak kunjung sembuh,
kini, hidup kembali
memberi makna tanpa arti
dari hati nurani
mati suri
membawa jiwa lari

jiwa pernah mati.
berhari-hari tak kunjung sembuh,
ingkar
menipu diri
”mungkin semua kan berakhir syurga ?”
bual itu tanpa mimpi

tak kan terjadi
tanpa kunci,
warisan tak ternilai,
sempat bersemi,
dalam lubuk hati,
namun kini,
telah lenyap dan tak kan kembali
karena akhlak yang ngeri.

jiwa pernah mati.
berhari-hari tak kunjung sembuh,
kini sekarat
tak sempat
taubat
tak berdaya
usaha, dan energi pun nisbi
ih...sungguh ngeri

Lorong Bawah Langit, 30 Ramadhan 1429H

Sunday, 7 September 2008

Anak Kecil Berjiwa Bebas

anak kecil dalam kotak kardus dan terperangkap

terpenjara dikelilingi kematian

menanti kepastian dan harapan

kepada jiwa dan pikiran yang melayang terbang bebas

seolah membawa diri menuju tujuan

dan memisahkannya dari kematian

asa dan semangatnya bagai bara api yang tak terpadamkan

untuk segera membebaskan warisan nenek moyang

merebut kembali kemerdekaan

melepaskan dari segala bentuk panjajahan

menghadirkan lagi kejayaan yang terpendam

Agung Prastowo