"Adalah Gubuk reyot yang beratapkan tujuh lapis langit beralaskan tujuh lapis bumi; Adalah seorang pejalan, perlayan, dan perindu yang pendosa; I am a terrible person filled with bad characteristics; Adalah aku yang tiada, tanpa Aku; Adalah aku yang miskin, tanpa Aku; Adalah pembela Nabi Muhammad saw pecinta beliau saw dan merindukan perjumpaan dengan beliau saw "

Sunday, 5 September 2010

Maulana Habib Anis bin Alwi Al-habsy




Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.
Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.
Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.
Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.
Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.
Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.
Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.
Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.
Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.
Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apahkah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.
Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak peranah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.
Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.
Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha menyempatkan diri berkunjung atau bersilautrahmi. Tukang becak yang mangkal di depan Masjid Wiropaten tempat Habib Anis melaksanakan shalat jum’at selalu mendapatkan uang sedekah dari beliau. Menjelang hari raya Idul Fitri Habib Anis juga sering memberikan sarung secara Cuma-Cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” Demikian salah satu ucapan Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan salah seorang puteranya.
Meskipun Habib Anis bin Alwi bin Ali al Habsyi telah meninggalkan kita, namun kenangan dan penghormatan kepada beliau terus saja mengalir disampaikan oleh para habib atau para muhibbin. Habib Husein Mulachela keponakan Habib Anis mengatakan, pada saat meninggalnya Habib Anis dia dan isterinya tidak mendapatkan tiket pesawat, dan baru keesok harinya datang ke Solo melalui bandara Adi Sumarmo Yogyakarta. Selama semalam menunggu, mereka seperti mencium bau minyak wangi Habib Anis di kamarnya. “Aroma itu saya kenal betul karena Habib Anis membuat minyak wangi sendiri, sehingga aromanya khas.”
Dalam salah satu tausiyah, Habib Jindan mengatakan, “Seperti saat ini kita sedang mengenang seorang manusia yang sangat dimuliakan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita juga mengenang orang shalih yang telah meningalkan kita pada tanggal 6 Nopember 2006 yaitu guru kita Habib Anis bin alwi bin Ali Al-Habsyi.
Ketika kita hadir pada saat pemakaman Habib Anis, jenazah yang diangkat tampak seperti pengantin yang sedang diarak ke pelaminannya yang baru. Bagi Habib Anis, kita melihat semasa hidup berjuang untuk berdakwah di masjid Ar-Riyadh dan kini setelah meninggal menempati Riyadhul Janah, taman-taman surga. Ketika takziyah pada pemakaman Habib Anis kita seolah-olah mengarak pengantin menuju Riyadhul Jannah, taman-taman surga Allah. Inilah tempat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa dan shalih. Kita sekarang seperti para sahabat Habib Ali Al-habsyi, penggubah maulid Simtuh-durar yang mengatakan bahwa, keteka mereka hidup di dunia, mereka seolah-olah tidak merasakan hidup di dunia tetapi hidup di surga. Sebab setiap hari diceritakan tentang akhirat, tentang ketentraman bathin di surga. Dan mereka baru menyadari baha mereka hidup di dunia yang penuh cobaan.
Kita selama ini hidup bersama Habib Anis, bertemu dalam majlis maulid, berjumpa dalam kesempatan rauhah dan berbagai kesempatan lainnya. Dalam berbagai kesempatan itu kita mendengar penuturan yang lembut dan menentramkan, sehingga sepertinya kita di surga. Dan kita merasakan bahwa kita hidup di dunia yang fana ketika menyaksikan bahwa beliau meninggal dunia. Namun begitu, kenangan beliau tetap terbayang di mata kita, kecintaan beliau tetap menyelimuti kita.
Habib Abdullah Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Jeddah bercerita, “Ayahku Habib Ahmad bin AbduRrahman berkata kepadaku, ‘ya…Abdulkadir engkau lihat aku, ketahuilah jangan engkau menyimpang dari jalan orang tuamu’”. Ketika Habib Ahmad bin AbduRrahman meninggal dunia, Habib AbdulKadir tetap menempuh jalan orang tuanya dan dia tidak menyipang sedikitpun jalan yang telah ditempuh oleh Habib Ahmad bin AbduRrahman.
Begitu juga Almarhum Habib Anis, tidak sedikitpun menyimpang dari yang ditempuh oleh ayah beliau, Habib Alwi. Hal serupa terjadi pada Habib Alwi , yang tetap menapaki jalan yang ditempuh oleh ayah beliau Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sama juga menempuh jalan orang tua, guru dan teladan beliau hingga sampai Nabi Muhammad SAW”……
Sedangkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, murid senior sekaligus cucu menantu Habib Anis mengatakan, maqam tinggi yang dimiliki Habib Anis didapatkan bukan karena berandai-andai atau duduk – duduk saja. Semua itu beliau peroleh setelah bertahun-tahun menanamkan cinta kepada Allah SWT, para shalihin dan kepada kaum muslimin umumnya. Semoga beliau dalam kuburnya melihat kehadiran kita di majlis ini, bahwa kita sebagai anak didiknya meneruskan perjuangan dakwahnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ‘Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang’. Artinya kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih Allah menanamkan kepada makhluk-makhluk rasa kasih sayang kepadanya, cinta kepadanya, sebagaimana disabdakan RasuluLlah SAW dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari, “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk eneicintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu.” Dan insya Allah Habib Anis termasuk diantara orang-orang tersebut.”
Ada empat hal yang selalu disampaikan oleh Habib Anis kepada jama’ah yang hadir di majlis beliau, “Pertama, Kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad SAW”…….

sumber dari:
http://ahlulkisa.com/manaqib-al-maghfurlah-al-habib-anis-bin-alwi-al-habsy.html

Masa SMA hew..?!!!








Monday, 5 July 2010

Malam ini kembali ku tuliskan kisah2 klasik yg menewan


Malam ini kembali ku tuliskan kisah2 klasik yg menewan

 

Sekolah taman ilmu yg mengagumkan

Banyak pelajaran yg dapat diambil hikmah dari kejadian setiap episode kehidupan

Disini ku temukan cinta

Ku bahagia karenanya

Hanya satu yang ku minta

Bukan harta bukan tahta

Hanya cinta

Just cinta darinya

Yang membuat ku terluka

Yang membuatku bahagia

Semoga terkenang selamanya

kisah kelasik ala duabelas ipa dua (chapter#1)


kisah kelasik ala duabelas ipa dua (chapter#1)

 

sumpah gue kangen banget ama kalian. beberapa hari gak kumpul`` bareng gak kayak dulu waktu kita jalanin bersama hari`` yang menegangken di dalam kelas. banyak warna yang telah kita goresken dalam papan ruang dan waktu di a2 ini, entah membentuk lukisan yang menawan sebagaimana karyanya si rumi sang pelukis "sandal" eh "handal"maksud gue, hehee... atau membentuk mozaik, bahkan kolage (baca:kolase), jangan jangan membentuk lukisan ala chairul anwar, eh "bukannye chairul anwar tu sastrawan ye" iya nding sorry cui salah ngetik maklum lagi kere duwit nih so sombong dikit gak papa dong...okok..ok.kita lanjutin ceritanya, jadi gini persamaan kuadrat yang melalui dua titik dalam kurva pada sumbuX dan sumbuY..."lho...lhoh kog jadi mbahas matematika gini sih", "mentang mentang jago matematika terus belagu,  yaa... geje banget gak sih.."". ooppsst...sorry gue ngelantur lagi. jadi banyak betaburan cerita yang terjadi selama ini.

 

gue beruntung banget punya temen-temen yang gokil abbis ala dua belas ipa dua (yg ngoresken warna" dalam idup gue), gue gak nyangka kalao kita (baca:loe semua dan gue) bakalan ketemu bareng dan berpisah sendiri" hahaaa...pokoke joz lah, berteman ama loe pade.

 

ketika pelajaran pak sus, uwidih canda tawa yang dilontarken dari mulit pak sus amat sangat membekas cui...apalagi rumus" canggih beliau, kalo dibukuken jagi kayak apa yo...? catatan super lengkap...ampek menghabisken beberapa buku tulis sendiri, ampe gue aja satu halaman masih gue bagi menjadi dua...hahhaaa, sempet waktu itu gue ketauan ama paksus bahwa halaman bukunya gue bagi dua..., di ece abis abisan , tapi gag papa that is great,(walah sok inggris). oya ngomong-ngomong soal inggris, ada kisahnya sendiri, apalagi waktu pelajaran bahasa inggris, inget gak kawan? waktu pelajaran dikelas oleh pak onethousand, suasana dikelas cuma nyenyet sadis coma bisanya yes sir...no sir...ehm...yes no yes yes...whaaahaa...hooh...lol...L0L...cuma gitu doanng,. gue punya something buat pak onethousand...pengalaman yang membekas di kepala gue bahkan di hati gue..., pak please dech...gue waktu itu kan udah ijin ama sekolah buat ikut usm itb, ngapain di catet alpa cuma gara-gara gue gag lapor ke kamu.? ampe waktu itu loe ngancem gue untuk gag boleh ikut ujian praktek,,"Haaa apa gag boleh ikut ujian praktek" ya iya...gag boleh...dia ngancem kayag gitu, perasaan gue waktu itu nangis cui...rasa"nya gue pengen nangis banget...dan gue waktu itu sempet ngeluarin air mata, masak gara" itu doang gue gag boleh ikut ujian praktek bahasa inggris..? wahwahaah...berarti usaha gue selama tiga tahun bakalan sia-sia dong...yang lain pada lulus yang gag lulus cuma gue....apapa...apa....sial bangen gag sih...A##^*g (baca:anjing)

 

awas lho...loe telah menyiksa batin gue selama beberapa hari...loe telah menzolimi hati gue, sakit asanya cui...waktu itu...sampai" males banget gue belajar bahasa inggris, sehari sebelum ujian nasional bahasa inggris gue gag buka buku blas, tak tinggal tidur cui...sumpah gue jadi illfill banget waktu itu...malam itu pun gue ngimpi cui..nngimpinya indah buanget..nget,...ngeegt...pokoknya indah bangaet...gue dapat sepatu emas, sepatu diddalam sepatu yang gue pake,sepatu gue yang gue pake kan tiba rusak sobeklah, terus gue mbatin dalam hati gue,...ah..gag papa toh nanti gue bisa njahitnya, setelah gue liat-liat lhoh kok jadi tambah lebar sobeknya, gue masih tenang ah...nanti tak jahit, nanti di jahit aja...! setelah gue liat liat lagi lhoh...ada sepatu dalam sepatu...uwidih...sepatunya cantik cui...bagus banget...ada lapisan kayak keemas-emasan gitu, gag ada deh sepatu yang lebih bagus dari itu di dunia ini, apalagi disamaken ama sepatu kaca wes...kalah jauh tu sepatu kaca, seketika itu gue (subhanallah: maha suci Engkau ya..Allah).lhoh..lhoh...oke kok jadi nyeritain pengalaman gue sih.,,, khan disini gue mau cerita...soorrry yooo...tidak kalah serunya waktu pelajaran om dono (baca: ndoro dono) uwidih pasti seru tuh celotehan-celotehan om don, ama anak". pasti ada aja kata' yang keluar dari bibir om dono, yang bikin gue ama anak' pada tertawa...

 

waktu pelajaran pak rohadi(tohoh spiritualis) termasuk guru favorit gue nih guru, gue suka ngedengerin cerita" beliau, gue kagum, gue ama anak" rasanya tu hormat banget lah pokok e. cerita-cerita beliau tu bener semua ngandung  nilai luhur yang amat sangat tinggi dan nilai moral buat kita.

 

ada warna" sendiri dari temen" anak duabelas ipa dua ni..

mulai dari sangkapten sang komandan, Siap ndan...siap...uwidih...,dia sering di panggil ruben, ruben ini masih diraguken apakah dia itu cantik atau tampan/?, yang selalu di gosipken ama om dono, pak saeno, ama sapa lagi ya...?? oya ama pak onethousand juga',...

 

yang laen oyaa...anton, ini kebalikan nya ama ruben..., dia tu sulit banget ngetunjukin kejantananya, mekipun dia soerang laki-laki tulen tapi tampaknya kelihatan maco-an ruben dari pada anton.

 

yang tak kalah serunya cui...Uund, panggilan dari Untung Riantoko, uwidih...dari namanya aja udah untung wah pasti untung terus tu anak, semoga yang nulis ini juga untung...hehee, Uund ini teman yg unik menurutku, sekaligus sahabat yang baik buanget..., dari raut wajahnya aja udah bikin seneng, apalagi canda tawanya celotehan, dan guyonannya pasti bikin orang ngakak deh,...pokoknya lucu, imut-imut gitu...ya gak cui..., oya si uund ini digosipkan, ehh..bukan gosip lagi nding...tapi dipastikan jalan ama mbak As tree..., "maksud loe pacaran", iya pacaran mereka tu pacaran, kalo gue sih pacaran setiap hari bahkan setiap pagi, pacaran(pagi-pagi baca koran) heheee..., secara gitu lhoh.. guekan perlu ngikutin berita, biar uptodate,hahaaa..

 

oya ada lagi seorang teman, yang belakangan mulai ketahuaan sifat aslinya, ketika Pak Rohadi membaca tanda tangan semua siswa ipa dua tentunya,...dia ini bernama Yaya Perbriantoro, iya...yayan, yang sering dipanggil yani..., yami,...ato yuyun..., ya2n,. mau tahu hasil bacaan dari pak rohadi, menurut beliau ya2n, ini mempunyai sifat playboy gitu..., cielllah...pleyboiii, untung bukan leftboi, kalo leftboy mah...sabun mandi, ya gak cui..., ya memenag benar ini terbukti dengan sepak terjangnya selama ini, apa lagi ini banyak bukti yang menunjukken dia itu plaeboiii, banyak foto2 fulgarnya yang terekan kamerra, ciellah fulgar, bahasanya tu lho, cui...untuk para wanita perlu pasang siaga#3 ketika berhadapan dengan makhluk yang satu ini, awas buas, dan jaga keperawanan kalian,...hehehee

 

yang tak kalah serunya kisah dari si bay..., nama lengkap bayu ajipurnomo, teman sebagnku gue, dia ini teman unik menurut gue, kenapa unik?, ya...,karena jawabanya,  heheee, ketika gue kebelet eek, jelas dong kalo kebeletkan musti ke wc, masak kebelet musi ke belakang, kebelakang mana cui..., belakang klaz, masak eek, di belakang kelas, maluuu, dong...cui...ya jadi begini, gue kan kebelet, dan gue izin ke wc, buang hajat lah...setelah gue selesai gue masuk kelaz lagi, lha setelah itu si bay, ni tiba2 merasa kebelet juga, kebelt eek,...

ligh room





melankoliiooO

Chapter#1 melankoliiooO

Malam sunyi malam sepi, di ujung pertengahannya tersingkap misteri yang bertegangan tinggi. Seorang anak manusia masih berdiri di pelabuhan tua kota mati berabad tahun lamanya. Bocah tanpa kepala menghampirinya menanyakan dimana kepala yang dulu pernah bertopang di atas tubuh bocah itu. Kaget dan tersontak pemuda itu melihatnya, dia lari terkencing-kencing menuju pangkalan perahu yang mulai menepi pulang dari melaut, disana ia betemu dengan seorang nelayan dan menceritakan kejadian yang barusan dialaminya. Nelayan itu kemudian mengajaknya pulang kerumahnya dan menceritakan semua tentang misteri di pelabuhan ini. Pelabuhan tua kota mati adalah bekas pelabuhan masa penjajahan yang dulu pernah menjadi pusat keramaiaan kota ini, kini menjadi tempat sepi yang menyisakan misteri.

Pernah ada bocah yang di babat kepalanya oleh kompeni, dan kepalanya dibuang tenggelam di dasar laut.

Pagi menjelang dengan kamera yang dikalungkan pemuda itu menyusuri sepanjang pelabuhan dan mulai mencari objek yang bagus untuk gambar yang dijepretnya. Ia sejenak teringat wanita, teman sekolahnya dulu?, yang seketika itu terngiang pesan gurunya bahwa “kamu musti hati-hai dengan yang namanya wanita, kalo bisa melewati cobaan yang namanya wanita dengan baik yaa…berakhir syurga, kalo tergiur dan terlenakan yaa…neraka, dan yang musti dihati-hati betul, wanita itu adalah senjata Iblis untuk menggoda para kaum laki-laki yang ingin hidupnya bahagia. Ia dijadikan oleh iblis-iblis itu sebagai busur panah.”

******

....................................................................................................................................................................

Entri-entri tak berguna

ya, itulah judul kali ini, Entri-entri tak berguna, why.? ya itulah entri bulan-bulan yg lalu emang gak jelas dan hanya buang-buang waktu aja buat berkarya, yg ada hanya assigment yg super duper Geje gak jelas banget... anjing 

Sunday, 27 December 2009

Berita Kepada Kawan

Berita Kepada Kawan

oleh: Agung Prastowo

Siang yang murung menyembunyikan cerahnya, selimut kelam awan hitam datang di wilayahku. Tak disangka hari-hari terasa begitu cepatnya menelanjangi diri, meraih mimpi. Akan tetapi semua itu adalah sebuah perjalanan dimana aku harus jalani dengan pasti. Awal sebuah kepemimpinan dalam suatu organisasi dimana mimpi-mimpiku ada didalamnya, entah masih tersisa atau tidak tapi yang jelas kepastian itu telah datang dan semua mengetahuinya siapa, apa, dan bagaimana aku ini sebenarnya. Organisasi dimana aku sulit membedakan antara pemenang dan pecundang, aku heran ketika awal kepengurusanku di sini, aku yakin itu akan kujalani dengan susunan setrategi yang begitu rapinya. Sampai-sampai seiring perjalanan waktu, yang menampakkan kekejamannya kepada ku, semua itu, bagai karang yang diterjang ganasnya ombak dilautan. Aku kedinginan ditengah bebatuan, tepi laut yang menampakan kesendiriannya, aku.

Suatu saat dalam menjalani kisah itu, aku merasa dihimpit, batu karang yang besar, dihantam, ganasnya gelombang, disambar petir berulang-ulang, dan hujan datang di tepi pantai yang mencekam. Aku sendirian menghadapi semua itu. Aku bimbang dalam kesendirian, aku butuh kawan. Satu, dua, tiga kawan tak juga ku temui sampai-sampai aku tertelan dalam pencarian kawan tuk jadi teman, seolah patih dalam membangun dan memperjuangkan organisasi ini. Semua yang kulakukan memiliki resiko yang besar, dan keputusan itu ada pada kepalan tanganku. Disamping aku memegang palu keputusan, aku juga memmbawa neraca keadilan, palu sebelah kanan, neraca keadilan sebelah kiri. Akan tetapi, sungguh disayangkan, aku tuli akan semua itu. Aku tak dapat mendenar suara-suara hati yang berhari-hari telah menjadi teman sejati bagi ku, yang ada hanyalah keinginan untuk segera menyeleseikan urusan-urusan dalam kepemimpinanku ini. Perasaan itu yang mendorongku untuk egois, sikap buruk lainnya, serta ambisi untuk segera,segera, dan segera melewatinya sendirian, tanpa kawan.

Akankah semua itu akan berulang?. Aku pikir cukup aku saja yang merasakan, karena itu semua asam bahkan pahit. Aku begitu sulit memutuskan, sampai aku mengorbankan progam kerja yang lama kelamaan adalah beban. Aku tak habis pikir, progam kerja yang disusun dengan matang, tapi berubah menjadi beban yang mencekik sampai ketulang, sampai aku harus mengorbankannya untuk kebijakan yang diputuskan. Ternyata kebijakan itu pun tak seimbang, ketika ku takar dengan neraca yang ku tenteng ditangan kiriku.

Sungguh benar, benar, benar, sungguh, rencana sekenario Sang Pencipta sungguh-sungguh mempesona pada akhirnya, Allah menujukkan semua itu tepat setelah pergantian kepengurusan dalam organisasi ini. Subhanallah, Maha Suci Allah yang mengatur segala urusan hambanya.

Masa lalu biarlah berlalu, sekarang biarlah, aku usahakan semaksimal mungkin tuk kebahagiaan masa datang, masa datang jangan mengulangi masa lalu yang kelam, usahakan menjadi pribadi yang menawan. Teringat ketika waktu itu, aku menganalogikan aku sedang berjalan dipantai yang mencekam berjalan di atas batu karang yang tajam, berjalan sendirian, dan akhirnya sekarang aku memiliki kawan. Sungguh kalau dipikir-pikir semua itu terlambat, mengapa enggag waktu itu saja, waktu benar, benar aku membutuhkan kawan tuk membantu perjuangan panjang yang beresiko besar, dan suram,( kalo dilihat dari luar, padahal didalam terang benderang), sahabat, itu datang di akhir perjalanan. Penyesalan itu di jawab langsung oleh Allah dengan menujukkan hasil masnisnya perjuangan waktu itu. Semua oleh Allah diatur dan indah pada akhirnya. Aku sadar, sadar, sadar, dan benar-benar sadar, akan kesalahan aku waktu itu, aku salah, aku salah, aku salah, dalam mengambil keputusan dan akhirnya aku menyesal. Apa yang telah aku lakukan selama ini, ternyata mengecewakanmu kawan. Penyesalan diakhir, aku minta maaf pada kawan-kawanku di organisasi ini, aku telah membuat kalian terluka. Mengecewakan kawanku semua. Semoga kawaku sekalian dapat memaafkan aku ini. Sejalan dengan kejadian ini, Allah langsung membukakan hijab yang ada dikedua mata ku, aku langsung mengetahui dan melihat dengan jelas betapa membaranya semangat kalian, kawanku semua tuk memajukan organisasi ini, khususnya dakwah yang menjadi cita-cita perjuangan kalian. Sungguh kawan, aku melihat itu ada pada diri kalian. Jaga dan tetap berpegangan tangan, bergandengan, kawan, pada tali ukuwah yang membentang panjang. Ukuwah islamiah, jalin dan semangat membaramu kawan, wujudkan dan jadikan sejarah baru untuk perjuangan dakwah, organisasi ini.

Akhirnya kesepian yang mencekam di pinggir pantai yang suram itu, sekarang berubah menjadi keramaian yang banyak kawan, cerah setelah gerimis datang, dihiasi pelangi yang tersenyum menyambut kebahagiaan wajah-wajah kawanku, dulu suram kini telah tenggelam bersama surya dibarat, yang mulai menelan kesepian. Malam pun datang kawan, waktunya tuk memulihkan energi kehidupan, untuk perjuangan panjang dan mungkin lebih mencekam dari malam-malam sebelumnya. Akan tetapi, malam ini beda kawan, malam ini adalah malam panjang, dimana titik tolak perjuangan akan segera datang, dengan semangat yang membara, dan ketangguhan iman. Karena Allah bersama kita kawan. Yakinlah tanamkan pada jiwa kalian yang terdalam, akan kebenaran ini.

Aku berpesan pada kawanku semua, ketika kalian lelah dalam perjuangan ini, bacalah tulisan ini. Insyaallah, lelah kalian akan berubah menjadi senyuman panjang. Yakinlah dan percayalah. Pertolongan Allah pasti datang, pasti.

Lorong Bawah Langit@SemutAnkrang




Sunday, 29 November 2009

Sebuah Mozaik Perjalanan Cinta dan Pengabdian

terkadang aku bingung dengan namanya "Cinta"
antara aku dan dirimu,
terkadng aku ingin meluapkan emosi tentang cinta
kepada dirimu yang mengalihkan pandangan cinta kepadanya

aku tahu aku berada disisi maya hidupmu
setiapkali aku selalu memperhatikanmu
menyelidiki, bak detektif Conan, keseseuain diriku dengan dirimu
senyummu, tatapan matamu, bicaramu, tawamu, tingkahlakumu, dan yang terakhir kali ku perhatikan adalah budi pekertimu
Oh... alanhgkah takjubnya aku
terkesima, menyentuh relung hati dan tergetarkan olehmu
Sebelah hatiku berbisik "Inikah wanita yang kau cari?"
Sebelah yang lain bernada lembut "Inilah kekasih hatimu",
dan bagian yang lainnya mengangguk seraya menyetujui bisikan hati yang pertama dan kedua. "Dia sanyat menawan".
Semakin kukenal dia, semakin menawan
semakin kutahu siapa kekasih hati yang selama ini ku cari.

Ya...dirimulah, dikau yang kucari
untuk pendamping hidupku, bukan hanya sekedar teman, sahabat, pacar, kekasih, tapi lebih dari itu.
Ya...dirimulah, dirimu adalah diriku. Kita akan menyatu dari hati ke hati, dari jiwa ke jiwa, dari cinta ke cinta, kita satukan......



Sunday, 22 November 2009

Fisika tanpa Rumus Terus Dikembangkan

By Republika Newsroom
Rabu, 18 November 2009 pukul 07:02:00


TANGERANG--Pakar fisika Indonesia, Prof Dr Johanes Surya, PhD mengatakan, saat ini dia sedang mengembangkan pembelajaran fisika tanpa menggunakan rumus. Di beberapa daerah, pembelajaran ini telah berjalan dengan baik.

"Dengan belajar fisika tanpa rumus, ini mungkin akan menghilangkan keputusasaan siswa untuk belajar fisika," ujar Johanes pada Seminar Nasional MIPA di Balai Sidang Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe Tangerang, akhir pekan lalu.

Menurut Johanes, bila ditambah dengan multimedia, maka hasilnya akan luar biasa. Jadi nantinya pelajaran matematika terdiri dari gabungan teks, audio, gambar, dan animatif 3-G. ''Contohnya kita akan lihat bagaimana menjelaskan teks orang yang mengajarkan kimia dengan menggunakan lagu, mengerjakan atom dengan lagu, tetapi digabungkan dengan animasi 3-G," jelasnya.

Sementara, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (MIPA) UT, Yuni Tri Hewindati mengatakan, menghadapi era teknologi bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan serius untuk membangun SDM nasional yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan profesional yang tinggi.

Menurut Yuni, dukungan iptek di bidang pendidikan dan pembelajaran menjadi sangat penting dan bersifat strategis bagi upaya peningkatan kualitas SDM. "Berangkat dari itu pula, FMIPA UT merasa perlu untuk mengangkat topik tentang multimedia yang kami kemas dalam bentuk seminar nasional bertema 'Pembelajaran Sains dan Teknologi dengan Pemanfaatan Multimedia','' jelasnya.

Tujuan dari seminar ini, kata Yuni, adalah untuk menghimpun gagasan, pemikiran, dan pengalaman dari para pakar akan pengembangan dan pendayagunaan teknologi dari multimedia bagi pembelajaran MIPA. Selain itu, lanjut dia, membuka wawasan akan peluang dan tantangan yang dihadapi pembelajaran MIPA dalam menghadapi perubahan era teknologi yang sangat pesat dan menyediakan informasi tentang berbagi inovasi media pembelajaran MIPA. eye

Thursday, 19 November 2009

Indonesia Juara Olimpiade Robot Dunia

Indonesia berhasil menjadi juara kedua dan ketiga tingkat Junior (SLTP) Regular Category pada ajang kompetisi Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung di Korea Selatan, 6-8 November lalu.

"Prestasi yang dicapai tim Indonesia kali ini merupakan hasil terbaik yang diperoleh Indonesia sejak mengikuti WRO pertama kali tahun 2004," ujar Humas dan Promosi Mikrobot, Paula Augusta dalam siaran persnya.

Ajang kompetisi tingkat internasional ke-6 yang diadakan di Gyeongbuk Pohang, Korea Selatan, ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari 24 negara di seluruh dunia.

Kompetisi WRO terbagi dalam dua kategori, yaitu Regular Category dan Open Category. Dalam Regular Category, peserta harus merakit sebuah robot untuk menyelesaikan suatu tantangan tertentu, sedangkan dalam Open Category, peserta bebas merakit robot menurut tema tertentu kemudian mempresentasikan ciptaannya di depan juri.

Indonesia mengirimkan total tujuh tim untuk berlaga di WRO2009. Dari ke-7 tim tersebut, seluruhnya merupakan peserta untuk Regular Category.

Untuk tingkat Junior (SLTP), Indonesia menempatkan tim Creator (Ivy Icasia, Patricia Dissy Andrea) sebagai juara dua dan tim Alpha-Rex (Billy Hocker Wistan, Fernando) sebagai juara 3. Adapun juara pertama diraih oleh tim White Lego dari Korea Selatan.

Selain dari tingkat Junior, perolehan tim Indonesia yang bertanding pada tingkat Primary (SD) juga cukup memuaskan. Tim Innocent (Kelvin Onggadinata, Margaretha Hutabarat) menempati peringkat lima, di bawah Chinese Taipei (juara 1), Korea (juara 2), dan Singapura (juara 3).

Sebelum berlaga di WRO, para peserta tersebut telah mengikuti seleksi tingkat nasional dalam Indonesia Robotic Olimpiad 2009 (IRO) yang berlangsung di Jakarta pada Agustus lalu. IRO diselenggarakan oleh Mikrobot. (ant/ajk/jko)


sember (http://esqmagazine.com/saintek/2009/11/18/839/indonesia-juara-olimpiade-robot-dunia.html)

Thursday, 15 October 2009

Jalan kehidupan


bismilahirahmanirahim.... alhamdulillah aku menemukan suatu artikel pribadi milik temanku. Isi dari artikel itu intinya begini:

1st : jgn pernah menyakiti hati orang tua barang sdikitpun.

2st : kuatkan ibadah yg hkumnya wajib (solt 5 wktu) dan yg sunah..(jdikan slt tahajud sbg rutinitas)


3rd : bc QS:Ali-Imran ayat 200
Insya Allah, Allah akn mmbntu trutama dsaat2 qt mlewati kls 3 ini..^^amin

kalau aku boleh menambahkan, dalam suatu misi kehidupan. untuk menggapainya kita perlu suatu strategi dan kesiapan hati.
karena hakekat dari tujuan adalah kondisi hati saat ini dan akan datang. ( itu menurutku) heheeee....

Monday, 5 October 2009

Bingung


Bingung
Aku bingung mau nulis puisi
Bingung 
Terus bingung 
Masih bingung
Disaat bingung aku teringat kata termenung
Jadi bingung dan termenung
Bingung dan termenung
Terus apa ya…? Aku bingung e…
Bingung aku…
Disaat bingung aku merenung
Nulis puisi saja aku bingung
Bagaimna nanti kalau nulis sekripsi?
Aku bingung…
Tapi bagaimana mungkin 
Membaca saja aku gak mampu…
Ingin ku akhiri kebingunanku
Disaat bersamaan aku di panggil ibuku
Ku tinggalkan bingung yang menggunung
Aku lega 
Lega